PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI
MEDIA PEMBELAJARAN
DISUSUN :
UNTUK MEMENUHI
TUGAS AKHIR
MATA KULIAH
INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR
OLEH :
JIRE APRILYO SILITONGA
5 1 2 3 1 3 1 0 2 2
Email : jiresilitonga@gmail.com
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
KELAS REGULER A 2012
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2014
ABSTRAK
Media
Sosial merupakan Media yang sangat tidak bisa terlepaskan lagi di kalangan
masyarakat. Kalangan Muda, Remaja, Dewasa, hingga Lanjut Usia rata-rata Telah
menggunakan Media Sosial untuk bisa berinteraksi satu sama lain. Media social
bisa berdampak buruk maupun baik. Berdampak Buruk, karena bisa melupakan waktu yang
berlebihan sehingga banyak aktivitas yang tidak bisa terselesaikan. Berdampak Baik
, karena bisa membantu dan memudahkan aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah
dan lebih praktis. Terutama secara khusus apabila digunakan sebagai media
pembelajaran. Karena dengan media social siswa maupun mahasiswa lebih senang
menggunakan nya daripada menggunkan text book. Sehingga media social
dimanfaatkan dalam membantu pekerjaan
guru maupun dosen untuk mendapatkan tujuan dari pembelajaran untuk mendorong
motivasi belajar siswa yang saat ini telah berkurang akibat media sosial.
Sehingga media social dimanfaatkan untuk membantu guru dalam penyampaikan
materi kepada siswa maupun mahasiswa agar tidak terhambat lagi, karena bisa
searching secara luas ilmu pengetahuan.
Kata Kunci : Pemanfaatan
Media Sosial, Media Pembelajaran, Dosen, Mahasiswa.
A. PENDAHULUAN
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar
mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang
pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar
sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan
mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode
yang dimanfaatkan untuk tujuan
pembelajaran / pelatihan.
Sedangkan
menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan
isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian
menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran
adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk
teknologi perangkat keras.
Sejalan dengan lajunya pertumbuhan dan perkembangan
dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkesinambungan, maka
penyelenggaraan system Pendidikan di Indonesia pada umumnya lebih mengarah pada
model dan metoda pembelajaran yang di lakukan secara masal dan klaksikal,
dengan berorientasi pada kuantitas agar mampu melayani sebanyak-banyaknya
peserta didik, sehingga tidak dapat meng akomodir kebutuhan peserta didik
secara individual diluar kelompok, pada hakikatnya Pendidikan hendaknya mampu
mengembangkan potensi kecerdasan serta bakat yang di miliki peserta didik
secara optimal sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi diri yang di
milikinya menjadi suatu prestasi yang punya nilai jual.
Dalam hal ini jelas bahwa system pendidikan di Indonesia sudah mulai di pokuskan pada keberhasilan dan kecakapan hidup yang harus dikuasai oleh peserta didik, hal ini merupakan tantangan bagi guru untuk senantiasa inovatif sehingga mampu mengimbangi perkembangan
ilmu pengetahuan yang tengah syarat demi kemajuan bangsa.
Dalam hal ini jelas bahwa system pendidikan di Indonesia sudah mulai di pokuskan pada keberhasilan dan kecakapan hidup yang harus dikuasai oleh peserta didik, hal ini merupakan tantangan bagi guru untuk senantiasa inovatif sehingga mampu mengimbangi perkembangan
ilmu pengetahuan yang tengah syarat demi kemajuan bangsa.
Guru memiliki tanggung jawab mutlak
sebagai sumber daya manusia yang harus secara penuh rasa tanggung jawab
memiliki kompetensi, mengingat peran guru di sini adalah sumber pesan yang
sengaja di informasikan kepada sekelompok, atau individu dalam posisi peserta
didik, dan anak dalam posisi obyek penerima pesan senantiasa beranggapan bahwa
pembawa pesana adalah seseorang yang memiliki kompetensi handal sebagai
penyampai informasi yang dalam hal ini adalah guru. Jelas disini menunjukan
bahwa peserta didik lebih peka ketika melakukan komunikasi dengan guru,
dibandingkan berkomunikasi dengan orang tua, atau lingkungan social anak di
masyarakat.
B. MEDIA SOSIAL
MEDIA SOSIAL (Social Media) adalah saluran atau sarana
pergaulan sosial secara online di dunia maya (internet). Para pengguna (user) media sosial berkomunikasi,
berinteraksi, saling kirim pesan, dan saling berbagi (sharing), dan membangun jaringan (networking).
Jika
kita mencari definisi media sosial di mesin pencari Google, dengan mengetikkan
kata kunci "social media meaning", maka Google menampilkan pengertian
media sosial sebagai "websites and applications used for social networking"
--website dan aplikasi yang digunakan untuk jejaring sosial.
Menurut Wikipedia, media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya (users) bisa dengan mudah
berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputiblog,jejaringsosial,wiki,forum,danduniavirtual.
Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakatdiseluruhdunia.
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content" (Kaplan, Andreas M.; Michael Haenlein [2010] "Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media". Business Horizons 53(1): 59–68).
Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakatdiseluruhdunia.
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content" (Kaplan, Andreas M.; Michael Haenlein [2010] "Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media". Business Horizons 53(1): 59–68).
Karakteristik Media Sosial
Gamble, Teri, dan Michael
dalam Communication Works
sebagaimana dikutip Wikipedia menyebutkan, media sosial mempunyai ciri - ciri
sebagai berikut :
- Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
- Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
- Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
- Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi
Jenis-Jenis Media Sosial
Media
sosial yang populer digunakan di Indonesia antara lain
Sebagai
salah satu media komunikasi, media sosial tidak hanya dimanfaatkan untuk
berbagi informasi dan ins pirasi, tapi juga ekspresi diri (self expression), "pencitraan
diri" (personal branding),
dan ajang "curhat" bahkan keluh-kesah dan sumpah-serapah. Status
terbaik di media sosial adalah update status yang informatif dan inspiratif.
(www.romelteamedia.com).*
C.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
1. Facebook.
1.Situs jejaring sosial
seperti facebook dapat membantu peserta didik dalam berinteraksi
secara sosial dan akademik.
2.
Facebook memungkinkan peserta didik berhubungan akrab dengan pendidik dan siswa
lain. Facebook menyediakan platform untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan.
Facebook juga menyediakan fasilitas group untuk para siswa bergabung dan
membahas berbagai topik.
3.
Berkolaborasi dan menggunakan aplikasi pendidikan untuk mengelola aktivitas
belajar.
2. Twitter
1.
Situs jejaring sosial
seperti Twitter dapat membantu peserta didik dalam berinteraksi
secara sosial dan akademik.
2.
Twitter memungkinkan peserta didik berhubungan akrab dengan pendidik dan siswa
lain. Twitter menyediakan platform untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan.
Facebook juga menyediakan fasilitas group untuk para siswa bergabung dan
membahas berbagai topik,
3.
Berkolaborasi dan menggunakan aplikasi pendidikan untuk mengelola aktivitas
belajar.
3. Youtube.
1.
Situs jejaring sosial
seperti Youtube dapat membantu peserta didik dalam berinteraksi
secara sosial dan akademik.
2. Youtube memungkinkan
peserta didik untuk berbagi ilmu berupa video-vidio tentang ilmu pendidikan.
Misalnya pada jurusan pendidikan teknik elektro berbagi cara pembuatan sensor
sederhana. Sensor cahaya dan sensor suhu dalam bentuk video. Dengan membuat
akun terlebih dahulu dengan sign-in dengan gmail.
3.Youtube menambah wawasan guru maupun dosen dalam hal mengajar. karena youtube menyediakan tayangan-tayangan pendidikan yang bisa digunakan sebagai media kontekstual terhadap siswa. dan menjadi kan siswa mengetahui tampilan secara nyata materi yang diberikan guru maupun dosen.
4. Menaikkan gairah
mahasiswa dalam berbagi ilmu karena dosen bukan lah lagi menjadi fasilitator dalam hal belajar mengajar. Dan Membantu Dosen dalam menjelaskan materi perkuliahan menjadi terbahas secara men-detail.
4. Blog.
1.
Situs jejaring sosial
seperti Blog dapat membantu peserta didik dalam berbagi ilmu secara
sosial dan akademik.
2.
Blog memungkinkan peserta didik berhubungan akrab dengan pendidik dan siswa
lain. Blog menyediakan platform untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan.
Blog juga menyediakan fasilitas group untuk para siswa bergabung dan membahas
berbagai topik,
3.
Berkolaborasi dan menggunakan aplikasi pendidikan untuk mengelola aktivitas
belajar.
4. Mencari penghasilan
apabila sudah berlangganan dengan blog.
5. Google Plus.
1.Situs jejaring sosial
seperti Google Plus dapat membantu peserta didik dalam berinteraksi
secara sosial dan akademik.
2.
Google Plus memungkinkan peserta didik berhubungan akrab dengan pendidik dan
siswa lain. Google Plus menyediakan platform untuk berinteraksi dan berbagi
pengetahuan. Google Plus juga menyediakan fasilitas group untuk para siswa
bergabung dan membahas berbagai topik,
3.
Berkolaborasi dan menggunakan aplikasi pendidikan untuk mengelola aktivitas
belajar.
D. KESIMPULAN
Media pembelajaran secara umum adalah alat
bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat
dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan
pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini
cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan
pembelajaran /
pelatihan.
Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran
adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku,
film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media
pembelajaran
adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk
teknologi perangkat keras.
MEDIA SOSIAL (Social Media)
adalah saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya
(internet). Para pengguna (user)
media sosial berkomunikasi, berinteraksi, saling kirim pesan, dan saling
berbagi (sharing), dan
membangun jaringan (networking).
Jika kita mencari definisi media sosial di mesin pencari Google, dengan mengetikkan kata kunci "social media meaning", maka Google menampilkan pengertian media sosial sebagai "websites and applications used for social networking" --website dan aplikasi yang digunakan untuk jejaringsocial.
Jika kita mencari definisi media sosial di mesin pencari Google, dengan mengetikkan kata kunci "social media meaning", maka Google menampilkan pengertian media sosial sebagai "websites and applications used for social networking" --website dan aplikasi yang digunakan untuk jejaringsocial.
Media
sosial yang populer digunakan di Indonesia antara lain
Sebagai
salah satu media komunikasi, media sosial tidak hanya dimanfaatkan untuk
berbagi informasi dan ins pirasi, tapi juga ekspresi diri (self expression), "pencitraan
diri" (personal branding),
dan ajang "curhat" bahkan keluh-kesah dan sumpah-serapah. Status
terbaik di media sosial adalah update status yang informatif dan inspiratif.
(www.romelteamedia.com).*
E. DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:
Posting Komentar