Minggu, 14 Desember 2014

Tugas Akhir Mata Kuliah Interaksi Belajar Mengajar

Dosen : Drs. Marsangkap Silitonga, M.Pd.
Untuk Mendownload KARYA ILMIAH Ini Klik Link Dibawah Ini.

PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN


DISUSUN :
UNTUK MEMENUHI TUGAS AKHIR
MATA KULIAH INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR






OLEH :
JIRE APRILYO SILITONGA
5 1 2 3 1 3 1 0 2 2
Email : jiresilitonga@gmail.com

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
KELAS REGULER A 2012
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2014



ABSTRAK
Media Sosial merupakan Media yang sangat tidak bisa terlepaskan lagi di kalangan masyarakat. Kalangan Muda, Remaja, Dewasa, hingga Lanjut Usia rata-rata Telah menggunakan Media Sosial untuk bisa berinteraksi satu sama lain. Media social bisa berdampak buruk maupun baik. Berdampak Buruk, karena bisa melupakan waktu yang berlebihan sehingga banyak aktivitas yang tidak bisa terselesaikan. Berdampak Baik , karena bisa membantu dan memudahkan aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah dan lebih praktis. Terutama secara khusus apabila digunakan sebagai media pembelajaran. Karena dengan media social siswa maupun mahasiswa lebih senang menggunakan nya daripada menggunkan text book. Sehingga media social dimanfaatkan dalam  membantu pekerjaan guru maupun dosen untuk mendapatkan tujuan dari pembelajaran untuk mendorong motivasi belajar siswa yang saat ini telah berkurang akibat media sosial. Sehingga media social dimanfaatkan untuk membantu guru dalam penyampaikan materi kepada siswa maupun mahasiswa agar tidak terhambat lagi, karena bisa searching secara luas ilmu pengetahuan.

Kata Kunci : Pemanfaatan Media Sosial, Media Pembelajaran, Dosen, Mahasiswa.

A. PENDAHULUAN
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.
Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
Sejalan dengan lajunya pertumbuhan dan perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkesinambungan, maka penyelenggaraan system Pendidikan di Indonesia pada umumnya lebih mengarah pada model dan metoda pembelajaran yang di lakukan secara masal dan klaksikal, dengan berorientasi pada kuantitas agar mampu melayani sebanyak-banyaknya peserta didik, sehingga tidak dapat meng akomodir kebutuhan peserta didik secara individual diluar kelompok, pada hakikatnya Pendidikan hendaknya mampu mengembangkan potensi kecerdasan serta bakat yang di miliki peserta didik secara optimal sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi diri yang di milikinya menjadi suatu prestasi yang punya nilai jual.
Dalam hal ini jelas bahwa system pendidikan di Indonesia sudah mulai di pokuskan pada keberhasilan dan kecakapan hidup yang harus dikuasai oleh peserta didik, hal ini merupakan tantangan bagi guru untuk senantiasa inovatif sehingga mampu mengimbangi perkembangan
ilmu pengetahuan yang tengah syarat demi kemajuan bangsa.
Guru memiliki tanggung jawab mutlak sebagai sumber daya manusia yang harus secara penuh rasa tanggung jawab memiliki kompetensi, mengingat peran guru di sini adalah sumber pesan yang sengaja di informasikan kepada sekelompok, atau individu dalam posisi peserta didik, dan anak dalam posisi obyek penerima pesan senantiasa beranggapan bahwa pembawa pesana adalah seseorang yang memiliki kompetensi handal sebagai penyampai informasi yang dalam hal ini adalah guru. Jelas disini menunjukan bahwa peserta didik lebih peka ketika melakukan komunikasi dengan guru, dibandingkan berkomunikasi dengan orang tua, atau lingkungan social anak di masyarakat.

B. MEDIA SOSIAL
MEDIA SOSIAL (Social Media) adalah saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya (internet). Para pengguna (user) media sosial berkomunikasi, berinteraksi, saling kirim pesan, dan saling berbagi (sharing), dan membangun jaringan (networking).

Jika kita mencari definisi media sosial di mesin pencari Google, dengan mengetikkan kata kunci "social media meaning", maka Google menampilkan pengertian media sosial sebagai "websites and applications used for social networking" --website dan aplikasi yang digunakan untuk jejaring sosial.
Menurut Wikipediamedia sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya (users) bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputiblog,jejaringsosial,wiki,forum,danduniavirtual.

Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakatdiseluruhdunia.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content" (Kaplan, Andreas M.; Michael Haenlein [2010] "Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media". Business Horizons 53(1): 59–68).

Karakteristik Media Sosial
Gamble, Teri, dan Michael dalam Communication Works sebagaimana dikutip Wikipedia menyebutkan, media sosial mempunyai ciri - ciri sebagai berikut :
  1. Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
  2. Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
  3. Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
  4. Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi
Jenis-Jenis Media Sosial
Media sosial yang populer digunakan di Indonesia antara lain
  1. Facebok
  2. Twitter
  3. Youtube
  4. Blog
  5. Google Plus
Sebagai salah satu media komunikasi, media sosial tidak hanya dimanfaatkan untuk berbagi informasi dan ins pirasi, tapi juga ekspresi diri (self expression), "pencitraan diri" (personal branding), dan ajang "curhat" bahkan keluh-kesah dan sumpah-serapah. Status terbaik di media sosial adalah update status yang informatif dan inspiratif. (www.romelteamedia.com).*

C. PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

1. Facebook.

1.Situs jejaring sosial seperti facebook dapat membantu peserta didik dalam berinteraksi secara sosial dan akademik.

2. Facebook memungkinkan peserta didik berhubungan akrab dengan pendidik dan siswa lain. Facebook menyediakan platform untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan. Facebook juga menyediakan fasilitas group untuk para siswa bergabung dan membahas berbagai topik.

3. Berkolaborasi dan menggunakan aplikasi pendidikan untuk mengelola aktivitas belajar.





2. Twitter

1. Situs jejaring sosial seperti Twitter dapat membantu peserta didik dalam berinteraksi secara sosial dan akademik.

2. Twitter memungkinkan peserta didik berhubungan akrab dengan pendidik dan siswa lain. Twitter menyediakan platform untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan. Facebook juga menyediakan fasilitas group untuk para siswa bergabung dan membahas berbagai topik,  

3. Berkolaborasi dan menggunakan aplikasi pendidikan untuk mengelola aktivitas belajar.





3. Youtube.

1. Situs jejaring sosial seperti Youtube dapat membantu peserta didik dalam berinteraksi secara sosial dan akademik.

2. Youtube memungkinkan peserta didik untuk berbagi ilmu berupa video-vidio tentang ilmu pendidikan. Misalnya pada jurusan pendidikan teknik elektro berbagi cara pembuatan sensor sederhana. Sensor cahaya dan sensor suhu dalam bentuk video. Dengan membuat akun terlebih dahulu dengan sign-in dengan gmail.

3.Youtube menambah wawasan guru maupun dosen dalam hal mengajar. karena youtube menyediakan tayangan-tayangan pendidikan yang bisa digunakan sebagai media kontekstual terhadap siswa. dan menjadi kan siswa mengetahui tampilan secara nyata materi yang diberikan guru maupun dosen.

4. Menaikkan gairah mahasiswa dalam berbagi ilmu karena dosen bukan lah lagi menjadi fasilitator dalam hal belajar mengajar. Dan Membantu Dosen dalam menjelaskan materi perkuliahan menjadi terbahas secara men-detail.



4. Blog.

1. Situs jejaring sosial seperti Blog dapat membantu peserta didik dalam berbagi ilmu secara sosial dan akademik.

2. Blog memungkinkan peserta didik berhubungan akrab dengan pendidik dan siswa lain. Blog menyediakan platform untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan. Blog juga menyediakan fasilitas group untuk para siswa bergabung dan membahas berbagai topik,  

3. Berkolaborasi dan menggunakan aplikasi pendidikan untuk mengelola aktivitas belajar.

4. Mencari penghasilan apabila sudah berlangganan dengan blog.




5. Google Plus.

1.Situs jejaring sosial seperti Google Plus dapat membantu peserta didik dalam berinteraksi secara sosial dan akademik.

2. Google Plus memungkinkan peserta didik berhubungan akrab dengan pendidik dan siswa lain. Google Plus menyediakan platform untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan. Google Plus juga menyediakan fasilitas group untuk para siswa bergabung dan membahas berbagai topik,  

3. Berkolaborasi dan menggunakan aplikasi pendidikan untuk mengelola aktivitas belajar.





D. KESIMPULAN
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.
Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
MEDIA SOSIAL (Social Media) adalah saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya (internet). Para pengguna (user) media sosial berkomunikasi, berinteraksi, saling kirim pesan, dan saling berbagi (sharing), dan membangun jaringan (networking).

Jika kita mencari definisi media sosial di mesin pencari
Google, dengan mengetikkan kata kunci "social media meaning", maka Google menampilkan pengertian media sosial sebagai "websites and applications used for social networking" --website dan aplikasi yang digunakan untuk jejaringsocial.

Media sosial yang populer digunakan di Indonesia antara lain
  1. Facebok
  2. Twitter
  3. Youtube
  4. Blog
  5. Google Plus
Sebagai salah satu media komunikasi, media sosial tidak hanya dimanfaatkan untuk berbagi informasi dan ins pirasi, tapi juga ekspresi diri (self expression), "pencitraan diri" (personal branding), dan ajang "curhat" bahkan keluh-kesah dan sumpah-serapah. Status terbaik di media sosial adalah update status yang informatif dan inspiratif. (www.romelteamedia.com).*

E. DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar